Cara budidaya jamur tiram - Sekarang sering marak kita lihat berbagai resep makanan yang bahan utamanya terbuat dari jamur tiram. Ini menandakan bahwa kebutuhan akan jamur tiram di pasaran sudah sangat tinggi. Dan manjadi landasan bahwa budidaya jamur tiram sudah dapat menghasilkan pendapatan yang tidak kalah besar dari jenis budidaya lainnya. Jamur tiram sebenarnya dapat berkembang baik dalam media serbuk kayu yang dikemas dalam media plastik. Pertumbuhan jamur tiram sangat di pengaruhi oleh keadaan cuaca di alam sekitar, sehingga sebelum melakukan usaha budidaya jamur ini Anda di haruskan sudah mempersiapkan tempat yang benar-benar cocok untuk media pertumbuhan dan perkembangan jamur tiram.
Pada kehidupan alaminya jamur tiram dapat tumbuh dan berkembang baik di dalam hutan di bawah pohon yang memiliki dedaunan lebar dan ada juga jamur tiram yang tumbuh subur di bawah tanaman berkayu. Hal inilah yang menjadi patokan sukses atau tidaknya dalam budidaya jamur tiram tergantung bagaimana kita membentuk media tanam yang sesuai dengan kehidupan alami di hutan. Dan harus di ingat bahwa Jamur Pleurotus ini tidak memerlukan banyak sinar matahari.
Dari hasil penelitian menyatakan bahwa miselium yang di simpan di tempat yang redup dan lembab jumlahnya akan lebih banyak di bandingkan dengan tempat yang terang dari cahaya matahari. Miselium merupakan jaringan kumpulan dari hifa jamur. Miselium tumbuh pada sel dinding kayu dan melakukan penetrasi pada dinding sel kayu dengan cara melubanginya. Proses penetrasi ke dinding kayu ini di bantu oleh enzim pemecah selulosa, lignin dan hemiselulosa yang di hasilkan oleh jamur melalui ujung benang-benang miselium. Proses enzim tersebut membantu senyawa tersebut dalam mencerna senyawa kayu dan sekaligus menjadikannya sebagai sumber makanannya. Inilah beberapa syarat yang perlu Anda persiapkan sebelum benar-benar terjun kedalam bidang usaha budidaya jamur tiram.
Iklim
A. Temperatur
C. Periode panen
Pada kehidupan alaminya jamur tiram dapat tumbuh dan berkembang baik di dalam hutan di bawah pohon yang memiliki dedaunan lebar dan ada juga jamur tiram yang tumbuh subur di bawah tanaman berkayu. Hal inilah yang menjadi patokan sukses atau tidaknya dalam budidaya jamur tiram tergantung bagaimana kita membentuk media tanam yang sesuai dengan kehidupan alami di hutan. Dan harus di ingat bahwa Jamur Pleurotus ini tidak memerlukan banyak sinar matahari.
Dari hasil penelitian menyatakan bahwa miselium yang di simpan di tempat yang redup dan lembab jumlahnya akan lebih banyak di bandingkan dengan tempat yang terang dari cahaya matahari. Miselium merupakan jaringan kumpulan dari hifa jamur. Miselium tumbuh pada sel dinding kayu dan melakukan penetrasi pada dinding sel kayu dengan cara melubanginya. Proses penetrasi ke dinding kayu ini di bantu oleh enzim pemecah selulosa, lignin dan hemiselulosa yang di hasilkan oleh jamur melalui ujung benang-benang miselium. Proses enzim tersebut membantu senyawa tersebut dalam mencerna senyawa kayu dan sekaligus menjadikannya sebagai sumber makanannya. Inilah beberapa syarat yang perlu Anda persiapkan sebelum benar-benar terjun kedalam bidang usaha budidaya jamur tiram.
Iklim
A. Temperatur
Serat atau miselium jamur tiram putih dapat tumbuh dengan baik pada kisaran suhu 23-28 °C. Artinya kisaran temperatur normal pertumbuhannya. Meskipun begitu jamur tiram juga masih dapat berkembang dengan baik di bawah temperatur 23 °C walau membutuhkan waktu yang sedikit lebih lama. Sedangkan untuk pertumbuhan tubuh buah yang bentuknya seperti cangkang tiram memerlukan suhu di kisaran 13-15 °C selama 2 sampai 3 hari.
Bila nilai suhu temperatur rendah tersebut tidak dapat di dapatkan, maka akan ada 2 kemungkinan yang akan terjadi pada budidaya jamur tiram ini. Kemungkinan pertama jamur tiram tidak dapat tumbuh karna tubuh buah jamur tidak terbentuk yang tentu saja akan mengakibatkan gagalnya proses budidaya jamur tiram, dan kemungkinan yang kedua, tubuh jamur tiram masih bisa terbentuk tetapi membutuhkan proses atau waktu yang lebih lama. Walaupun demikian fase kedua jamur tiram putih masih dapat tumbuh dan berkembang baik pada rentang suhu 12-37,8 °C.
B. Kelembapan
Bila nilai suhu temperatur rendah tersebut tidak dapat di dapatkan, maka akan ada 2 kemungkinan yang akan terjadi pada budidaya jamur tiram ini. Kemungkinan pertama jamur tiram tidak dapat tumbuh karna tubuh buah jamur tidak terbentuk yang tentu saja akan mengakibatkan gagalnya proses budidaya jamur tiram, dan kemungkinan yang kedua, tubuh jamur tiram masih bisa terbentuk tetapi membutuhkan proses atau waktu yang lebih lama. Walaupun demikian fase kedua jamur tiram putih masih dapat tumbuh dan berkembang baik pada rentang suhu 12-37,8 °C.
B. Kelembapan
Kelembapan dalam budidaya jamur tiram juga tidak kalah penting untuk di perhatikan, kandungan air di dalam subtract sangat berpengaruh terhadap pertumbuhan dan perkembangan miselium jamur. Apabila terlalu sedikit kandungan air maka akan mengakibatkan terganggunya proses pertumbuhan bahkan dampak terburuk adalah kematian. Sedangkan apabila terlalu banyak kandungan air di dalam subtract, miselium akan membusuk dan mati. Kandungan air di dalam subtract akan menjadi lebih baik apabila di lakukan penyiraman.
Jamur tiram dapat tumbuh baik dalam keadaan yang lembab, dan tidak menghendaki adanya genangan air. Miselium jamur tiram tumbuh optimal pada subtract yang memiliki kandungan air sebesar 60%. Sedangkan untuk merangsang pertumbuhan tunas dan tubuh buah memerlukan tingkat kelembapan udara sekitar 70-85%.
C. Cahaya
Jamur tiram dapat tumbuh baik dalam keadaan yang lembab, dan tidak menghendaki adanya genangan air. Miselium jamur tiram tumbuh optimal pada subtract yang memiliki kandungan air sebesar 60%. Sedangkan untuk merangsang pertumbuhan tunas dan tubuh buah memerlukan tingkat kelembapan udara sekitar 70-85%.
C. Cahaya
Miselium jamur tiram putih akan tumbuh optimal pada keadaan ruang gelam. Namun sebaliknya tubuh buah jamur tidak akan berkembang pada tempat yang gelap. Cahaya merupakan perangsang tumbuhnya tubuh buah. Tangkai jamur akan tumbuh kecil dan tidak maksimal serta tudung akan tumbuh abnormal apabila saat pertumbuhan primordial tidak memperoleh penyiraman dengan baik.
Akan tetapi cahaya yang langsung mengenai jamur dapat merusak dan menyebabkan layu pada jamur, serta ukuran tudung yang relative kecil. Pertumbuhan jamur hanya dapat tumbuh maksimal apabila terkena cahaya yang bersifat menyebar. Oleh sebab itu di perlukan pohon di sekitaran tempat budidaya yang berfungsi untuk menahan cahaya agar tidak terkena langsung terhadap jamur.
D. Udara
Akan tetapi cahaya yang langsung mengenai jamur dapat merusak dan menyebabkan layu pada jamur, serta ukuran tudung yang relative kecil. Pertumbuhan jamur hanya dapat tumbuh maksimal apabila terkena cahaya yang bersifat menyebar. Oleh sebab itu di perlukan pohon di sekitaran tempat budidaya yang berfungsi untuk menahan cahaya agar tidak terkena langsung terhadap jamur.
D. Udara
Jamur tiram putih merupakan tanaman saprofit fakultatif aerobic yang sangat membutuhkan oksigen sebagai senyawa untuk pertumbuhan dan perkembangannya. Sirkulasi udara yang mencukupi tentu saja dapat membuat pertumbuhan jamur tiram menjadi maksimal. Sebaliknya apabila terbatasnya pasokan oksigen kedalam ruangan akan sangat mempengaruhi tumbuh kembang jamur.
Keberadaan ventilasi udara pada ruang tanam berguna untuk memastikan bahwa oksigen yang benar-benar masuk dapat terjadi secara optimal. Jamur tiram yang tumbuh dalam kondisi ruangan yang buruk memiliki ciri-ciri tubuh buah kecil dan abnormal. Tubuh buah yang tumbuh pada tempat kekurangan oksigen juga cenderung akan layu dan mudah mati.
Karbon dioksida juga tidak kalah penting dalam pertumbuhan miselium jamur tiram, kadar karbon dioksida yang baik kisaran 15%-20%. Tetapi apabila jamur tiram tumbuh pada tempat yang kandungan karbon dioksida terlalu tinggi, tudung jamur tiram relative kecil di bandingkan tangkainya.
E. Derajat Keasaman (pH)
Keberadaan ventilasi udara pada ruang tanam berguna untuk memastikan bahwa oksigen yang benar-benar masuk dapat terjadi secara optimal. Jamur tiram yang tumbuh dalam kondisi ruangan yang buruk memiliki ciri-ciri tubuh buah kecil dan abnormal. Tubuh buah yang tumbuh pada tempat kekurangan oksigen juga cenderung akan layu dan mudah mati.
Karbon dioksida juga tidak kalah penting dalam pertumbuhan miselium jamur tiram, kadar karbon dioksida yang baik kisaran 15%-20%. Tetapi apabila jamur tiram tumbuh pada tempat yang kandungan karbon dioksida terlalu tinggi, tudung jamur tiram relative kecil di bandingkan tangkainya.
E. Derajat Keasaman (pH)
Miselium jamur tiram dapat tumbuh optimal pada pH media yang sedikit asam yaitu kisaran antara 5,0-6,5. Nilai pH medium sangat di perlukan dalam produksi metabolisme jamur tiram putih, seperti produksi asam organic.
Kondisi asam juga dapat menyebabkan pertumbuhan miselium jamur tiram terganggu, tumbuh kontaminasi oleh jamur lain, bahkan dapat menimbulkan kematian pada jamur tiram putih. Kondisi pH yang terlalu tinggi juga tidak baik bagi pertumbuhan jamur karna dapat menggangu metabolisme jamur tiram putih menjadi tidak efektif. Bahkan dapat menyebabkan kematian. Tubuh buah jamur tiram dapat tumbuh optimal pada lingkungan yang memiliki pH mendekati pH 6,8-7,0).
Media tanam
Di Jepang secara tradisional bibit jamur di tanam dalam media kayu kering berlubang. Pengeringan kayu biasanya dil akukan dengan penjemuran kayu di bawah sinar matahari. Dalam budidaya modern sekarang media tumbuh yang sering di gunakan berupa kayu tiruan (log) yang di bentuk secara silinder. Komposisi media kayu tiruan ini berupa sumber kayu yang bisa berasal dari gergaji dan ampas tebu, sumber gula (tepung-tepungan), pupuk P, air dan kapur.
A. Nutrisi
Kondisi asam juga dapat menyebabkan pertumbuhan miselium jamur tiram terganggu, tumbuh kontaminasi oleh jamur lain, bahkan dapat menimbulkan kematian pada jamur tiram putih. Kondisi pH yang terlalu tinggi juga tidak baik bagi pertumbuhan jamur karna dapat menggangu metabolisme jamur tiram putih menjadi tidak efektif. Bahkan dapat menyebabkan kematian. Tubuh buah jamur tiram dapat tumbuh optimal pada lingkungan yang memiliki pH mendekati pH 6,8-7,0).
Media tanam
Di Jepang secara tradisional bibit jamur di tanam dalam media kayu kering berlubang. Pengeringan kayu biasanya dil akukan dengan penjemuran kayu di bawah sinar matahari. Dalam budidaya modern sekarang media tumbuh yang sering di gunakan berupa kayu tiruan (log) yang di bentuk secara silinder. Komposisi media kayu tiruan ini berupa sumber kayu yang bisa berasal dari gergaji dan ampas tebu, sumber gula (tepung-tepungan), pupuk P, air dan kapur.
A. Nutrisi
Pertumbuhan yang maksimal dapat tercapai dengan lingkungan yang sesuai dan kecukupan nutrisi yang di dapatkannya. Protoplas sel memerlukan nitrogen, fosfor dan nutrisi lain. Karbon selain di perlukan dalam pembetukan protoplasma, juga di perlukan sebagai sumber asupan energi. Sehingga dapat kita simpulkan bahwa karbon lebih banyak di perlukan ketimbang dengan kebutuhan nitrogen. Nitrogen sebenarnya di butuhkan untuk proses pembentukan asam nukleat. Sedangkan protein dan kitin di perlukan sebagai pembentukan dinding sel jamur.
B. Kehadiran mikroorganisme lain
B. Kehadiran mikroorganisme lain
Media tempat tumbuh jamur dapat mendatangkan kehadiran mikroorganisme lain yang dapat menyebabkan persaingan mendapatkan nutrisi. Ini menyebakan pertumbuhan jamur yang di inginkan menjadi tidak optimal.
Bahkan dampak yang lebih mengerikan adalah sang competitor dapat mengeluarkan senyawa yang bersifat toksin yang tentu saja dapat mengancam pertumbuhan jamur tiram. Sterilisasi merupakan tindakan yang di perlukan dalam membasmi mikroorganisme yang tidak di butuhkan.
Ketinggian tempat
Kondisi yang ideal dalam pembibitan jamur tiram adalah dataran yang memiliki ketinggian 700-800 m dpl. Tetapi untuk Anda yang berada di dataran rendah tidak perlu berputus asa, karna selama Anda masih bisa menyesuaikan iklim ruang dan dapat menyesuaikan dengan kebutuhan jamur tiram, budidaya di dataran rendah bukan lagi menjadi hal yang mustahil.
Pembibitan
Bibit yang umum di gunakan adalah bibit jenis F3, bibit ini bisa Anda dapatkan dari petani jamur yang sudah ahli dalam membuat bibit jamur. Jika Anda berencana untuk membuat bibit jamur sendiri, di perlukan alat dan bahan yang benar-benar steril karena proses ini sangat rentan terhadap kontaminasi. Sterilisasi proses pembuatan bibit biasa menggunakan laminar atau transfer box.
Alat dan bahan
Untuk proses pembuatan budidaya jamur tiram, adapaun alat dan bahan yang di perlukan adalah sebagai berikut :
Pembuatan jamur tiram
Tahap-tahap pembuatan jamur tiram adalah sebagai berikut :
1. Bersihkan serbuk gergaji dari kotoran, buang bagian-bagian tajam dan besar pada serbuk karna dapat merobek plastic subtract.
2. Bahan yang sudah di siapkan di campur sesuai takaran dalam baskom plastik. Aduk hingga merata dan jangan sampai ada bagian gumpalan-gumpalan. Berikut bahan-bahan yang erlu di campur untuk menghasilkan 100 log :
3. Campuran yang sudah pas lalu di masukan kedalam plastic transparan dengan ukuran 20 x 35 cm dan tebal plastik 0,5. Media harus benar benar di padatkan agar di dapatkan log yang baik. Karna log yang baik memiliki tingkat kepadatannya merata. Dan jangan lupa ujung plastic bagian bawah di tusuk menggunakan jari telunjuk supaya masak. Hal ini di maksudkan agar bahan yang di masukan dan di padatkan bisa duduk sempurna dalam artian tidak miring dan jatuh. Pengisian di lakukan tidak terlalu pernuh, sisakan 15 cm agar memudahkan pengikatan.
4. Tiap log di timbang beratnya, idealnya 1,2 kg / log.
5. Sisa ujung plastik 15 cm di masukan kedalam cincin dan di lipat keluar lalu ikat mulut plastic tersebut dengan karet tahan panas.
6. Tutup mulut log tersebut dengan kapas dan kemudian timpah dengan kertas lalu ikat lagi dengan karet tahan panas.
7. Setelah log selesai di buat, langkah selanjutnya adalah pengukusan log selama 12 jam.
8. Lamanya pengukusan di hitung pada saat air di dalam drum sudah mulai mendidih.
9. Setelah selesai pengukusan, log di keluarkan untuk di dinginkkan selama 8 jam dalam ruangan tertutup, dan selajutnya di lakukan proses penanaman bibit.
10. Setelah media di dinginkan selam 8 jam, baru log siap di lakukan penanaman bibit, caranya sebagai berikut :
12. Biarkan sampai seluruh media di isi miselium jamur.
13. Setelah meselium memenuhi log media, tutup kapas dan cincin pada bagian atas log di buka.
14. Kelembaan lingkungan harus tetap terjaga dengan menyemprotkan sprayer.
15. Tubuh buah yang sudah besar siap untuk di panen.
Penyimpanan log
Jika menyimpan log di dalam bangunan, maka masa tanam jamur dapat di lakukan setiap saat. Karna kita dapat menyesuiakan iklim sesuai kebutuhan jamur. Berbeda apabila kita membudidayakan jamur tiram di ruangan terbuka yang tentu saja sangat di pengaruhi oleh iklim. Bangunan penyimpan log dapat di buat secara permanen dan semi permanen.
Tempat pemeliharaan jamur dapat di buat dengan sekala ukuran 10 x 12 m² yang di dalamnya bisa kita taruh 8 buah petak pemeliharaan berukuran 5,7 x 2,15 m². Jarak antara petak bisa berukuran 40-60 cm. Di dalam setiap petakan di buat rak-rak untuk menyimpan 1.300-1.400 log. Rangka bangunan bisa terbuat dari bambu, kayu dan besi sesuai budget yang di miliki. Log di simpan secara rapi dengan posisi tegak bisa juga miring, dan usahakan jarak antar log di buat sedemikian rupa agar jika tubuh buah yang keluar tidak tumpang tindih dengan yang lainnya.
PROSES PANEN
A. Ciri dan umur panen
Bahkan dampak yang lebih mengerikan adalah sang competitor dapat mengeluarkan senyawa yang bersifat toksin yang tentu saja dapat mengancam pertumbuhan jamur tiram. Sterilisasi merupakan tindakan yang di perlukan dalam membasmi mikroorganisme yang tidak di butuhkan.
Ketinggian tempat
Kondisi yang ideal dalam pembibitan jamur tiram adalah dataran yang memiliki ketinggian 700-800 m dpl. Tetapi untuk Anda yang berada di dataran rendah tidak perlu berputus asa, karna selama Anda masih bisa menyesuaikan iklim ruang dan dapat menyesuaikan dengan kebutuhan jamur tiram, budidaya di dataran rendah bukan lagi menjadi hal yang mustahil.
Pembibitan
Bibit yang umum di gunakan adalah bibit jenis F3, bibit ini bisa Anda dapatkan dari petani jamur yang sudah ahli dalam membuat bibit jamur. Jika Anda berencana untuk membuat bibit jamur sendiri, di perlukan alat dan bahan yang benar-benar steril karena proses ini sangat rentan terhadap kontaminasi. Sterilisasi proses pembuatan bibit biasa menggunakan laminar atau transfer box.
Alat dan bahan
Untuk proses pembuatan budidaya jamur tiram, adapaun alat dan bahan yang di perlukan adalah sebagai berikut :
- Rak dengan luas 3m²
- Drum diameter 80 cm dan tinggi 100 cm
- Kompor minyak tanah
- Cincin
- sprayer / semprotan, dengan ukuran paralon 2 inci sebanyak 300 buah
- Thermometer
- pH meter
- Sekpo
- Serbuk kayu albasia 10.5 kg
- Baskom Plastik
- Lampu spirtus dengan volume 30 liter
- Dedak halus 21 kg
- TSP murni 1 kg
- Tepung jagung 0,6 kg
- Kapur 3 buah
- Alkohol 95% 1 liter
- Bibit jamur F3 3 buah
- Kantung plastik transparan (20x35x0,5) cm sebanyak 300 buah
- Air sumur 30 liter
- Kertas roti 10 x 10 300 buah
- Karet gelang tahan panas 600 buah
Pembuatan jamur tiram
Tahap-tahap pembuatan jamur tiram adalah sebagai berikut :
1. Bersihkan serbuk gergaji dari kotoran, buang bagian-bagian tajam dan besar pada serbuk karna dapat merobek plastic subtract.
2. Bahan yang sudah di siapkan di campur sesuai takaran dalam baskom plastik. Aduk hingga merata dan jangan sampai ada bagian gumpalan-gumpalan. Berikut bahan-bahan yang erlu di campur untuk menghasilkan 100 log :
- Serbuk gergaji 10,5 kg
- Dedak halus 21 kg
- TSP 1 kg
- Tepung jagung 0,6 kg
- Kapur 3 buah
3. Campuran yang sudah pas lalu di masukan kedalam plastic transparan dengan ukuran 20 x 35 cm dan tebal plastik 0,5. Media harus benar benar di padatkan agar di dapatkan log yang baik. Karna log yang baik memiliki tingkat kepadatannya merata. Dan jangan lupa ujung plastic bagian bawah di tusuk menggunakan jari telunjuk supaya masak. Hal ini di maksudkan agar bahan yang di masukan dan di padatkan bisa duduk sempurna dalam artian tidak miring dan jatuh. Pengisian di lakukan tidak terlalu pernuh, sisakan 15 cm agar memudahkan pengikatan.
4. Tiap log di timbang beratnya, idealnya 1,2 kg / log.
5. Sisa ujung plastik 15 cm di masukan kedalam cincin dan di lipat keluar lalu ikat mulut plastic tersebut dengan karet tahan panas.
6. Tutup mulut log tersebut dengan kapas dan kemudian timpah dengan kertas lalu ikat lagi dengan karet tahan panas.
7. Setelah log selesai di buat, langkah selanjutnya adalah pengukusan log selama 12 jam.
8. Lamanya pengukusan di hitung pada saat air di dalam drum sudah mulai mendidih.
9. Setelah selesai pengukusan, log di keluarkan untuk di dinginkkan selama 8 jam dalam ruangan tertutup, dan selajutnya di lakukan proses penanaman bibit.
10. Setelah media di dinginkan selam 8 jam, baru log siap di lakukan penanaman bibit, caranya sebagai berikut :
- Penanaman bibit di lakukan di ruangan tertutup.
- Semprot isi ruangan dengan alkohol 95%
- Gunakan sarung tangan dan semprot juga dengan alkohol 95%
- Untuk memudahkan penanaman bibit jamur, media yang akan di inokulasi di simpan dekat tangan kiri. Bibit jamur yang akan di tanamkan di simpan di depan dekat tangan kanan. Antara media yang akan di tanami dan bibit, di simpan lampu spirtus.
- Buka karet, kertas penutup, serta kapas penutup media.
- Masukan hanya 3 sendok makan bibit jamur untuk 1 log media.
- Setiap memasukan bibit kedalam log, sendok di panaskan dengan api dari lampu spirtus.
- Setelah log media di isi dengan bibit, tutup kembali dengan kapas.
- Penanaman bibit di lakukan dengan cepat dan teliti.
12. Biarkan sampai seluruh media di isi miselium jamur.
13. Setelah meselium memenuhi log media, tutup kapas dan cincin pada bagian atas log di buka.
14. Kelembaan lingkungan harus tetap terjaga dengan menyemprotkan sprayer.
15. Tubuh buah yang sudah besar siap untuk di panen.
Penyimpanan log
Jika menyimpan log di dalam bangunan, maka masa tanam jamur dapat di lakukan setiap saat. Karna kita dapat menyesuiakan iklim sesuai kebutuhan jamur. Berbeda apabila kita membudidayakan jamur tiram di ruangan terbuka yang tentu saja sangat di pengaruhi oleh iklim. Bangunan penyimpan log dapat di buat secara permanen dan semi permanen.
Tempat pemeliharaan jamur dapat di buat dengan sekala ukuran 10 x 12 m² yang di dalamnya bisa kita taruh 8 buah petak pemeliharaan berukuran 5,7 x 2,15 m². Jarak antara petak bisa berukuran 40-60 cm. Di dalam setiap petakan di buat rak-rak untuk menyimpan 1.300-1.400 log. Rangka bangunan bisa terbuat dari bambu, kayu dan besi sesuai budget yang di miliki. Log di simpan secara rapi dengan posisi tegak bisa juga miring, dan usahakan jarak antar log di buat sedemikian rupa agar jika tubuh buah yang keluar tidak tumpang tindih dengan yang lainnya.
PROSES PANEN
Jamur tiram Pleurotus memiliki rasa yang enak dan memiliki aroma yang wangi apabila di panen di usia muda. Panen biasanya di lakukan apabila tubuh buah sudah mencapai ukuran maksimal.
B. Cara panen
Cara panen di lakukan dengan mengambil dari pangkal batang, hal ini di lakukan karna batang yang tersisa dapat mengalami pembusukan. Potong dari pangkal batang menggunakan pisau yang bersih dan tajam, dan kemudian taruh tubuh bunga kedalam wadah plastik dengan tumpukan ketinggian maksimal 15 cm.
C. Periode panen
Panen biasanya dapat di lakukan setiap hari tergantung dari jarak pembukaan log-log. Dari setiap log dapat menghasilkan 0,8-1 kg jamur tiram.

